Tuesday, August 02, 2011

Daihatsu, Mobil Keluarga Terbaik di Indonesia


Apa yang pertama kali muncul di benak kamu saat mendengar kata Daihatsu? “Mobil murah”, “mobil Jepang”, atau “mobil seken (second)”, barangkali ketiga-tiganya adalah citra mobil populer yang sudah sangat melekat dalam cap Daihatsu. Tidak banyak yang tahu bahwa kendaraan populer di jakarta dengan roda tiga yang moncongnya sangat legendaris, alias Bemo adalah produk dari Daihatsu yang dulu dikenal sebagai Daihatsu Midget.

Sudah genap satu abad lebih empat tahun umur Daihatsu jika menilik ulang tahunnya yang jatuh pada tanggal 28 April terhitung sejak tahun 1907 saat cikal bakal perusahaan ini berdiri. Perjalanan yang sangat panjang untuk sebuah perusahaan, bahkan Daihatsu adalah pabrikan tertua di Jepang bagi perusahaan yang memproduksi mobil.

Tahun 2007 yang lalu adalah saat Daihatsu genap berusia satu abad. Momentum ini menandai PT Astra Daihatsu Motor untuk memantapkan diri sebagai produsen kendaraan terbaik di Indonesia yang berkualitas dunia. Tepatnya pada tanggal 28 April 2007 di Jakarta, Daihatsu secara resmi mengumumkan slogan baru Daihatsu yaitu “Innovation for Tomorrow”. Penemuan baru untuk masa depan yang mengusung Daihatsu sebagai bagian dari Toyota Group yang menghasilkan produk global dengan standar Toyota sebagai acuan utama.

Secara global, Daihatsu juga menetapkan filosofi perusahaan baru yaitu Daihatsu ingin memantapkan dirinya sebagai “brand global” atau cap global yang disukai di penjuru dunia. Selain itu Daihatsu juga ingin memantapkan diri sebagai grup korporasi yang “percaya diri dan disegani” dengan cara menghadapi tantangan produksi mobil yang innovatif terdepan di era terkini. Melalui semangat tersebut Daihatsu akan terus berkomitmen menciptakan mobil-mobil terbaik untuk keluarga di Indonesia dengan standar mutu dunia, serta penerapan teknologi masa depan.

Hal tersebut tentunya sejalan dengan komitmen awal ketika Daihatsu masih bernama Hatsudoki Seizo Co., Ltd. pada 1 Maret 1907. Namun pada Desember 1951 nama perusahaan tersebut berubah menjadi Daihatsu Motor Co., Ltd. Sejak itulah Daihatsu selalu mengembangkan produk yang mudah dikendarai dan ramah lingkungan, sehingga membuat orang menikmati hidup berkendaraan. Tepat pada tanggal 1 Maret 2007, Daihatsu mencapai usia 100 tahun dengan jaringan yang telah berkembang hingga ke 130 negara.

Upaya positif untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan Daihatsu kepada konsumen tersebut telah diakui publik nasional secara luas. Setidaknya, beragam penghargaan kualitas produk dan pelayanan telah diraih Daihatsu. Salah satunya, pada 1 Maret 2011 meraih penghargaan Indonesia IQS J.D. Power Award 2010 untuk Daihatsu Terios dan Luxio.

Indonesia Initial Quality Study (IQS) 2010 merupakan survey yang dilakukan oleh lembaga independen, J.D. Power, untuk mengukur sejauh mana permasalahan yang dialami pemilik dengan mobil baru mereka selama dua hingga enam bulan pertama kepemilikannya.

IQS mengukur lebih dari 200 gejala masalah yang mencakup 8 kategori: eksterior mobil; pengalaman berkendara; fitur, kontrol dan tampilan; audio, sistem hiburan dan navigasi; kursi; ventilasi dan pendingin (HVAC); interior mobil; dan mesin/transmisi. Semua permasalahan yang diperoleh disimpulkan berdasarkan penelitian terhadap 100 mobil dari satu merek dan tipe yang sama (PP100), semakin rendah angka yang didapat mencerminkan bahwa mobil bersangkutan memiliki kualitas yang lebih tinggi.

Penghargaan bergengsi tersebut sekaligus menandaskan bahwa Daihatsu telah menerima kepercayaan tinggi dari para pelanggan yang memanfaatkan mobil-mobil Daihatsu sebagai kendaraan untuk aktifitas sehari-hari maupun liburan bersama keluarga. Fakta tersebut sekaligus menjadi bukti subtansi bahwa Daihatsu merupakan produsen mobil keluarga terbaik di Indonesia yang akan terus menghasilkan produk-produk berkualitas dan value for money bagi para pelanggannya.


Wednesday, April 13, 2011

Tampilan terbaik Manutd di liga Eropa musim ini



Tampilan terbaik Manutd di liga Eropa musim ini

Skema 4-1-1-2-1-1 yang telah menemukan iramanya, sir Alex tidak lagi kikuk dengan percobaan 4-5-1 di tahun-tahun lalu saat Rooney masih belum menemukan kematangan sebagai pemain bola kelas dunia. Kualitas Rooney sebagai pemain kelas dunia tidak diragukan lagi, ditambah kematangan maka Manutd mempunyai rejeki yang besar di kancah Eropa dalam tahun-tahun mendatang.

Hernandez dan rooney tidak melakukan permutasi dan menari-nari seperti halnya Rooney dengan Tevez di masa lalu, yang diperlihatkan Hernandez dan Rooney adalah efektivitas dari kualitas pergerakan lari Hernandez dalam membelah pertahanan lawan, dan kapasitas industri Rooney yang memberikan tenaga, umpan, semangat, dan konsistensi dalam menciptakan peluang-peluang dalam pertandingan kelas dunia yang jelas-jelas ketat.

Dan om Gigsy yang tetep mempunyai "itu". Pengalaman dan bahkan kecepatan yang masih bisa membelah pertahanan sekelas Chelsea. Walaupun tidak seperti dulu yang konstan "ngebut", om Gigsy adalah pesepakbola yang layak disebut The Great and Evergreen. Dua bahkan tiga assist jika dihitung dalam pertandingan sebelumnya yang membenamkan Chelsea adalah fakta bahwa Penyihir dari Wales ini mempunyai kualitas super human.

Jangan lupa, meneer Van der Sar yang membuat orang sangat-sangat merindukannya saat dia pensiun di akhir musim. Tampilan dari ketenangan, refleks yang masih prima, gabungan dari kekuatan dan keluwesan, pengalaman tentu saja, visi dan umpan, bahkan kualitas tackle seorang bek kelas dunia dia punyai. Itu semua dilakukan dalam umur 40 tahun saat the Great Peter Schmeichel sudah memilih tidak bermain di level paling atas sepakbola Eropa.

Jangan lupakan Carrick yang nyaris tak terdengar tapi memberikan kepastian kepada Giggs untuk berpindah-pindah posisi dalam membongkar pertahanan Chelsea yang kuat dan rapat. Kemampuan intercept, passing yang membuka ruang, pemantul saat aliran dari depan menemukan tembok, dan kehati-hatian yang terbukti efektif menjaga otot gelandang Chelsea yang berkali-kali mampu menembus pertahanan United.

Dan Vidic yang malam ini tampil lugas, jarang salah langkah, kepastian menghalau bola atas, dan telah menemukan cara bagaimana memadukan antara kekuatan, spirit anti kompromi dan penempatan posisi, sehingga memunculkan seorang Vidic yang liat tetapi terlihat smooth.

Ferdinand, isi kepalanya dalam membaca arah pergerakan bola memang tidak ada duanya, tetapi cedera berkepanjangan yang terlihat mengganggu, entah itu mental block atau memang dia memaksakan diri untuk tetap berada di lapangan. Membuat dia justru menciptakan beberapa situasi yang membahayakan united.


Dan Evra, entah mengapa grafik kualitas Evra pasca piala dunia yang buruk, adalah menukik turun. Pergerakan ke atas juga sering kalah adu otot dengan bek lawan. Meloloskan Drogba dari sebuah bola tendangan gawang yang diterima oleh Essien dengan ototnya membuat Van der Sar harus merelakan Drogba menceplos bola di selangkangannya.

John O Shea, hmmm tetep semenjana, walaupun pengalaman kelas dunia memungkinkan dia untuk melilhat Giggs yang lolos membelah sisi kiri Chelsea yang sangat rapat di jaga oleh Cole yang selalu trengginas.

Nani, jika sir Alex mampu membuat anak kecil ini menjadi laki-laki dewasa maka dia memang pelatih terbesar saat ini. Kaki-kaki yang sangat cepat, hanya mampu ditandingi kaki-kaki pegocek mutakhir didikan Barcelona, menciptakan banyak sekali ruang tembakan dan tentu saja kemungkinan melakukan umpan yang tidak dijumpai dari pesepakbola papan atas lainnya. Jika Arjen Robben tidak rentan cedera, makan Luis Nani jika telah mempunyai kematangan akan melewati kualitas Robben dengan mudah.

Hampir lupa, kawan kita Park Ji Sung, yang walaupun terlihat belum fit stamina dan agilitasnya, tetap mampu memperlihatkan energi yang terbarukan dalam 90-menit. Reputasi sebagai Big Game player membuat pemain-pemain Asia yang berpikir akan mampu menyamai kualitas Park harus bekerja sangat keras jika ingin seperti Park. Tendangan kaki kiri dan sentuhan pertama dari umpan Giggs semalam adalah bukti bahwa Park adalah master sepakbola yang muncul di Asia.

Jangan lupakan Hernandez yang belum diulas, sundulan dan timing yang mantap dari umpan Rooney, terpaksa dianulir karena keputusan offside hakim garis yang sangat-sangat tipis. Berkali-kali harus meringis sakit oleh kekuatan otot dan tulang bek chelsea yang tanpa kompromi tetapi tetap menghadirkan "kehendak" membuat gol yang membuat dia seperti Deja vu jika menceploskan umpan, karena posisinya membuat "ITS LOOKS SO DUMN FUKIN EASY".

Semalam, Valencia menggantikan Nani yang saat itu sedang menemukan keasikan menari-nari. Butuh waktu yang cukup bagi Valencia di pentas Eropa. Tetapi otot dan kecepatan ditambah kepala yang dingin adalah jaminan masa depan Manutd di sisi kanan lapangan.


Aku melihat Manutd yang berbeda (reinvented), tidak terlalu glamour, tetapi sangat sulit dikalahkan, tidak harus secara keras, lugas, dan sporadis seperti tim yang dibangun oleh Mourinho (sosok muda yang membuat Ferguson harus membuat "yet another masterpiece"). Manutd yang sekarang adalah Intelijen dan tangguh di belakang. Lini tengah yang teruji dalam mengantisipasi berbagai taktik mutakhir dalam sepakbola terkini. Tidak terlihat kuat dan berotot, tetapi sangat antisipatif dan bisa melihat ruang-ruang yang terbuka dalam kompleksitas sepakbola yang intense. Dan yang paling jelas adalah sangat tajam di depan. Hernandez adalah fenomena. Dan Rooney adalah kepastian kelas dunia.

Wednesday, June 09, 2010

Peristiwa Kultural Terbesar Dalam 30 Tahun Terakhir

Tahu nggak sih kalau tersebarnya video bokep ariel-luna, ariel-tari kemarin itu merupakan perisitwa kultural yang mungkin terbesar dalam 30 tahun terakhir.

Kalau dilihat dari fenomenanya sih nggak ada yang aneh dari tersebarnya rekaman video bokep yang saat ini sangat mudah ditemukan di dunia maya. Yang luar biasa adalah efek budayanya yang boleh dibilang REVOLUSIONAL.

Kenapa revolusional?

Ingatkah siapa pemenang Indonesia Kids Choice Awards untuk Artist Wanita Favorit 2009, jawabannya adalah LUNA MAYA

Dan siapakah Band Favorit Kids Choice Awards 2009, jawabannya adalah PeterPan yang mana si ARIEL adalah vokalis utamanya.

Amazing Isn't it?????

Dua orang idola anak-anak Indonesia, yang menembus batas-batas jangkauan penggemar, (seorang temanku bilang ini disebut ledakan semua umur), saat ini tertangkap basah oleh kecerobohan mereka sendiri, membeberkan kepada masyarakat luas bahwa mereka bersenggama dengan suka cita, dan saling cinta (kalee), di atas segala-galanya.

Ini adalah revolusi atau perubahan nilai yang sangat cepat yang sedang dan telah terjadi dengan sangat masif di Indonesia.

Hal itu diperburuk dengan tampilnya seri video kedua, dengan aktor pria yang sama dengan lawan senggama yang berbeda. Sialnya lawan senggama yang kedua adalah pembawa acara gossip yang hampir tiap hari muncul di layar tivi yang pemirsanya tentu saja adalah semua umur.

Persenggamaan yang kedua dalam film itu juga dilakukan dengan sangat suka cita dan dengan ekspresi yang benar-benar have fun, they show people that they do the copulate things with such excitement in such a very exciting expression, lepas bebas tanpa beban dan ceria.

Apa maknanya?

Maknanya adalah ini Indonesia Bung, indonesia yang sekarang, Indonesia yang telah jauh berkembang secara budaya. Temanku yang berbakat filsuf bilang bahwa ini tanda-tanda jaman tentang bergesernya pandangan terhadap nilai-nilaiu seksualitas.

Ungkapan itu mungkin masih sangat halus.

Be Frankly, in indonesian youth, Sexual Revolution yet EXISTED !!!

Terlalu berlebihan kah jika mengambil satu fenomena kecil untuk menggambarkan secara umum apa yang terjadi dalam masyarakat luas.

Barangkali mungkin berlebihan.

Tetapi ingatkah bahwa saat ini, keberadaan jejaring sosial dunia maya via ponsel dan peralatan genggam lainnya sudah sangat masif sampai pelosok-pelosok desa terpencil.

Bisa dibayangkan tidak bahwa anak-anak yang sangat mengidolakan bintang mereka ternyata mendapati bahwa idola mereka adalah mahluk dewasa yang "memang begitulah adanya". ADULT PEOPLE COMITTED ADULTERY.

Pilihan budaya yang ada sangat ini menjadi tidak lagi gampang.

Pilihan pembelajaran orang dewasa kepada anak saat ini jelas-jelas JELIMET.

Mungkin sudah saat nya bahwa pada saat sekarang banyak hal JELIMET yang memang harus bisa diajarkan pada generasi yang lebih muda dengan cara yang lebih komplit.

Nilai-nilai seperti apa yang akan diajarkan menghadapi resiko perubahan budaya yang tentu saja membawa ekses dan efek yang dalam beberapa hal berbahaya bagi ketenteraman bermasyarakat.

Masih ingatkah tentang cerita pejabat pemerintah daerah yang tertangkap basah bersenggama dengan pejabat lainnya, yang sampai sekarang masih aman menjabat sebagai pemimpin daerah.

Tulisan ini ingin menegaskan bahwa fenomena ADULT COMITTED ADULTERY adalah biasa dan wajar tetapi ledakan semua umur yang muncul dari fenomena tragedi idola adalah ruang baru yang harus dihadapi dengan pembelajaran yang berbeda dengan pemahaman nilai-nilai yang berbeda pula.


Long Live Indonesian Future

I Love Being Indonesian, Even The Future Looks COMPLICATED

hehehe


salam

Friday, April 23, 2010

BOSAN MENJADI PARIA

Sedikit keinginan untuk menulis setelah membaca Notesnya bung Ferizal Ramli di Jerman sana tentang reverse metamorfosis Aktivis Kiri di Indonesia dari kupu-kupu yang menggemaskan menjadi ulat gemuk yang rakus.

Judulnya:

BOSAN MENJADI PARIA

Kenapa aku tulis judulnya demikian, karena barangkali hal itu lah yang mendasari kenapa banyak aktivis pro demokrasi (aku tidak bilang aktivis kiri) 90-an sekarang sudah bertebaran di mana-mana dan mempunyai keberpihakan politik dalam berbagai kubu yang berbeda-beda.

Paria, itulah kenyataan yang dihadapi para aktivis yang juga adalah orang biasa saja. Kenapa orang-orang ini Paria? Karena mereka terbiasa hidup dalam standar pelajar dan mahasiswa yang kebutuhannya jelas-jelas minimalis. Asal bisa makan dan tidur selayaknya orang-orang ini sudah bisa bergerak ke mana-mana dan dimana-mana karena cita-cita yang ada di kepala. Paria karena orang-orang ini tidak belajar dengan waktu yang cukup untuk bersaing dan berproduksi dalam masyarakat yang selalu menjadi pijakan kritiknya. Paria juga karena aktivitas politik bertahun-tahun yang mereka lakukan membuat pilihan-pilihan produktifnya menjadi terbatas.

Orang biasa yang harus mengalami proses perubahan dari pelajar dan mahasiswa yang tidak perlu terlalu pusing menghasilkan uang, menjadi orang-orang biasa yang memasuki usia ekonomi-produktif. Secara natural orang-orang biasa ini mendapati bahwa saat mereka harus mendapatkan pekerjaan, mendapatkan pasangan hidup, merintis kehidupan keluarga adalah proses yang sebenarnya sangat menyakitkan.

Kenapa menyakitkan?! Tentu saja sakit, tanya saja pada salah seorang dari mereka yang pernah bertahun-tahun bergerak dalam cita-cita perubahan. Sakit karena secara pribadi orang-orang biasa ini harus pertama kali menyadari bahwa mereka bukanlah orang-orang yang cukup istimewa seperti yang dibicarakan orang atau ditullis di koran. Walaupun nama mereka cukup dikenal tapi saat orang-orang lain sudah merintis karir, sudah agak pintar dalam menghasilkan uang, sudah memiliki sedikit kelengkapan dari apa yang disebut membangun keluarga, orang-orang ini mengalami kesulitan.

Sulit karena logika ekonomi produktif berbeda dengan logika organisasi gerakan sosial atau gerakan perlawanan. Sulit karena pembagian waktu yang harus ditata rapi, pertimbangan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, sampai pada manajemen kehidupan pribadi karena mulai mempunyai pasangan hidup. Itu semua adalah kesulitan yang tidak terbayangkan oleh orang-orang yang dulu aktif dalam gerakan perlawanan sosial 90-an.

Sungguh tidak terbayangkan bahwa dalam usia ekonomi-produktif menyempatkan waktu hanya untuk bertemu dan saling bicara di antara sesama kawanan adalah hal yang sangat mahal. Mahal karena waktu pertemuan itu harus mengorbankan waktu lain yang dibutuhkan oleh orang-orang biasa lainnya. Dalam konteks atmosfer gerakan perlawanan waktu untuk bertemu, berkordinasi, berstrategi, bertaktik sungguh-sungguh melimpah. Waktu itu tersedia dengan lapang karena kondisi pelajar atau mahasiswa memang relatif berjarak dengan proses produksi masyarakat (heheheeh teori ah ).

Karena itu saya ingin menuliskan bahwa sesungguhnya hingga saat ini sebelum memasuki masa kematangan dalam berproduksi, sesungguhnya orang-orang biasa yang dulu sempat menjadi orang-orang yang terlibat sangat aktif dalam gerakan untuk melakukan perubahan sosial, pada saat ini juga mengalami dilema atau kesuntukan ketika mereka harus berkompromi dengan logika-logika ekonomi produktif. Menjadi orang biasa ternyata sangat melelahkan. Menjadi Paria seperti jaman pelajar atau mahasiwa tentu saja adalah langkah mundur yang mengkhawatirkan.

Di luar itu, selain dari refleksi kehidupan pribadi yang membosankan, sesungguhnya ekperimentasi sosial yang pernah dipraktekkan dalam gerakan perlawanan, dalam wujud organisasi-organisasi perlawanan yang ketat sesuai dengan konteks represi yang dominan pada waktu itu, sesungguhnya telah berproses dengan perubahan yang telah sedang terjadi di bumi Indonesia hingga saat ini.

Bayangan demokrasi yang dulu menjadi cita-cita perubahan sekarang harus mampu dijabarkan abcd-nya dalam aktifitas keseharian. Berkurangnya represi menjadikan model organisasi ketat menjadi barang usang yang hanya akan melahirkan orang-orang dengan kaca mata kuda. Perspektif politik yang beragam dengan berbagai kemungkinan detil-detil pencapaian atau pemenangan. Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat menjadikan orang semakin mudah berhubungan tetapi semakin sulit untuk bergerak dalam keseragaman. Perkembangan ekonomi yang meskipun amburadul tetapi menjadikan persoalan mencari uang tidak melulu terkait dengan usaha-usaha konvensional produktif.

Semua itu menjadikan orang-orang biasa, yang dulu menjadi orang-orang yang sangat aktif dalam organisasi perlawanan, terbata-bata dalam bersikap kompromi. Pada titik itu kubu-kubu kepentingan atau politik yang secara tradisional sudah cukup mapan menyediakan "tempat bermain" bagi orang-orang yang kelelahan ini.

Apakah cara pandang tentang kelompok yang gemar untuk "maju" bisa disamakan dengan konteks saat maraknya jaman gerakan perlawanan sosial??? Tentu saja sangat gegabah untuk mengatakan bahwa pada saat ini konteksnya mirip-mirip. Atau menyitir riwayat pahlawan-pahlawan (kiri) yang mengatakan bahwa orang-orang yang dulu gemar maju ini sekarang sudah menjadi orang-orang rakus dan pragmatis?

Kalau aku bilang, semua ini masih menjadi proses. Terlepas dari persoalan-persoalan serius di tingkat organisasi gerakan yang tidak bisa meneruskan konsistensi langkah organisasi. Terlepas dari itu, orang-orang ini adalah orang-orang biasa yang harus mampus bertahan hidup dan kalau bisa tidak menjadi paria dalam masyarakat yang biasa mereka kritik.

Wednesday, October 28, 2009

Posesif

"kalau ku mati, kau juga mati,"
"walau tak ada cinta, sehidup semati,"

Band Naif mempopulerkan lirik ini berapa tahun yang lalu, syair yang terenyuh dengan video klip yang pada saat itu sungguh tidak lazim, dan terbukti mendapatkan beberapa kali penghargan sebagai video klip terbaik. Model video klip itu aku mendengar kabarnya juga sudah mati, terkena aids, resiko dari kehidupannya yang terasing sebagai waria di negeri ini.

Posesif satu rasa keinginan yang kuat untuk memiliki sesuatu, apakah itu sesuatu yang telah menjadi milik, atau sesuatu yang menyenangkan, atau sesuatu yang jarang bisa kita rasakan di dunia yang penuh keterasingan, sepi dan cinta diri.

"like a narcissus turn into a flower"

Peter Gabriel melukiskan tokoh mitologi Narcissus yang tidak pernah mencintai siapapun kecuali dirinya, sampai pada satu transformasi si Narcissus harus menjadi sekuntum kembang biar dia menjadi sempurna.

Kenapa dari bicara posesif tiba-tiba loncat ke narsis, barangkali loncatan itu adalah reka-reka ingatanku bahwa keinginan untuk memiliki dan tidak merengkuh dan menggenggam erat-erat itu berasal dari rasa cinta diri yang berlebihan. Hanya memperhatikan kesenangan diri saja semua berpusat pada diri sendiri. The world is mine walaupun pada taraf yang paling kecil.

But its okay, karena orang bertemu juga dengan kehendak orang lain, keinginan orang lain, hasrat orang lain, walhasil gak gampang juga orang sebenarnya bertingkah posesif atau narsis.

Thursday, February 26, 2009

Bokir Kobama Ketemu Caleg Partai Nalar Sehat di Kuburan Keramat

Parodi Negeri Poci Jilid IV



Bokir Kobama Ketemu Caleg Partai Nalar Sehat di Kuburan Keramat



Bokir Kobama sehabis dilantik menjadi Presiden Negeri Poci bertekad memulai hari-hari barunya dengan melakukan beberapa tradisi. Salah satunya adalah tradisi mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang menjadi warisan leluhur negeri Poci. Dalam benak Bokir Kobama, dia berniat bahwa kunjungan yang dia lakukan adalah bentuk penghormatannya terhadap sejarah berdirinya Negeri Poci. Walau bagaimanapun Bokir Kobama sadar bahwa keberadaan dirinya sebagai Presiden Negeri Poci tidak akan pernah ada jika Negeri Poci tidak berdiri.



Salah satu tempat bersejarah yang akan dikunjungi Bokir Kobama adalah Makam Ki Gede Sebayu yang terletak di Desa Danawarih Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal. Ki Gede Sebayu menurut riwayat berdirinya Negeri Poci adalah seorang bangsawan keturunan Bupati Ponorogo yang mendapat gelar kehormatan Tumenggung dari Raja Mataram Panembahan Senapati atas prestasinya membangun negeri Mataram di pesisir pantau utara.



Pas malam Jumat Kliwon, Bokir Kobama menunggu balasan SMS dari Man Draup, becak driver kesayangannya yang akan segera menjemputnya di perempatan Kejambon.

”Ting-ting!” Handphone Bokir Kobama berkedip, masuk SMS dari Man Draup.

Wis siap bos, tembe anjog ning dampar Karang Dawa!” (Sudah siap bos, baru sampai di rel kereta Karang Dawa—500 meter dari perempatan Kejambon). Bokir Kobama nyengir, Man Draup memang selalu setia menemani kemana pun Bokir Kobama pergi.



Tak sampai 3 menit Man Draup sudah menarik rem becak di pangkal pahanya, dan tersenyum lebar ke arah Bokir Kobama yang sudah berpakaian rapi dengan jas kebesarannya, dasi merah Indonesia dan rokok Djaja di sudut bibir kanannya.



Pan maring ndi bos, kayong amleng?” (Mau ke mana bos, sepertinya lama tak terdengar kabar?”, Draup menyapa Bokir Kobama.



Iya kiye, lawas ya ora tau kloyongan karo sampeyan, pangapurane bae ya akeh rapat Kabinet Negeri Poci sing ndadekena aku ora bisa sering-sering lembar.” (Iya ini, lama tidak pernah berkeliling dengan kamu, mohon maaf saja ya banyak rapat Kabinet Negeri Poci yang membuat aku tidak bisa sering keluar), jawab Bokir Kobama tersenyum kecut.



Ya wis ooh, gagiyan aja kesuwen, kiye joke wis tak ganti sing kulit sing rada penak kanggo bokonge sampeyan sing rada tipis,” (Ya sudah, segera jangan kelamaan, ini joknya (becak) sudah diganti kulit yang agak enak untuk pantat kamu yang agak tipis) sahut Man Draup sambil melihat Bokir Kobama yang memang berperawakan langsing kurus.



Saiki gilirane sampeyan bakal nggenjot sing rada theol, bengi kiye nyong pengen maring Desa Danawarih ning Balapulang kidul kana,” (Sekarang giliran kamu yang bakal genjot sampai kecapean, malam ini aku ingin pergi ke Desa Danawarih di Balapulang sebelah selatan sana) tutur Bokir Kobama sambil menyamankan dirinya di jok becak.



Cerem bos, wong arane nggenjot tah wis ben dinane nyong, Banjaran Slawi Balapulang tah wis biasane nyong, sampeyan kan ngarti jamane nyong esih nom-nome biasa nggawa bodin Danawarih sing terkenal pulen kae,” (Beres bos, namanya saja menarik (becak) itu kan sudah tiap hari kulakukan, Banjaran Slawi Balapulang itu sudah biasa kujalani, kamu kan tahu jaman aku masih muda sudah biasa membawa Ketela Pohon Danawarih yang terkenal pulen itu,” jawab Man Draup dengan pede.



Bokir Kobama ditemani Man Draup kemudian terlihat menyusuri jalan Tegal Slawi Balapulang ke arah selatan menuju ke Desa Danawarih. Jalannya memang agak mendaki tapi Man Draup terlihat tidak ngos-ngosan karena sebelum berangkat dia sudah makan Ponggol Sega Ndog (Nasi bungkus, sayur tempe khas Tegal plus telor) ditambah doping obat kuat Pil Kita. Man Draup memang paling siap untuk mengantar bos kesayangannya.



Cukup lama akhirnya Bokir Kobama bersama Man Draup sampai juga di Danawarih tempat makam Ki Gede Sebayu yang terkenal sebagai leluhur di daerah Tegal Brebes Slawi dan sekitarnya. Tampak terlihat satu makam dibungkus Kijing (keramik atau semen beton) yang rapi. Bau harum pandan, melati, kenanga dan kembang setaman tercium kuat, tampak asap dupa mengepul tipis dengan beberapa sesaji khas Jawa seperti lombok abang (cabe merah) dan bawang merah, dengan bungkusan daun pisang bubur nasi merah putih terlihat di beberapa tempat. Kebanyakan orang Jawa mempercayai bahwa sesaji itu memang sengaja dipersembahkan bagi Ruh para leluhur yang mendiami tempat-tempat keramat seperti makam Ki Gede Sebayu ini.



Bokir Kobama sejatinya bukanlah orang yang mempercayai bahwa ruh-ruh atau spirit-spirit memang ada di tempat-tempat keramat. Bokir Kobama yang pernah belajar ilmu Antropologi Budaya memahami bahwa kepercayaan tradisional memang harus dihormati sebagai warisan budaya yang tidak ternilai harganya. Di balik berbagai sisi mistis yang menyelimuti, Bokir Kobama menilai bahwa sesungguhnya tradisi-tradisi semacam ini adalah kekayaan budaya dan cagar budaya tradisional yang terbukti efektif membawa hingga jaman kini filsafat hidup leluhur Negeri Poci yang di masa hidupnya harus menciptakan cara agar nilai-nilai yang dia ajarkan, nilai-nilai yang menjadi unggulan peradaban harus bisa diwariskan ke generasi masa depan.



Tampak di sebelah makam ada seorang dengan pakain rapi bermotif batik khas anggota DPR jaman kini, sedang memanjatkan doa dengan khusyuk. Bokir Kobama tidak ingin mengganggu suasana itu. Dengan bersila di belakang Bokir Kobama menunggu gilirannya. Tampak orang itu sudah selesai dan dia pun ternyata segera menoleh ke arah Bokir Kobama.



Eh Bapake Presiden Bokir Kobama, wis anjog ya!” (Eh, Bapak Presiden Bokir Kobama sudah sampai ya) sahut orang itu dengan ramah.



Bokir Kobama agak samar-samar ingat wajah orang yang menyapanya.



Aja klalen, kiye nyong Ragil, Ragil Usro seka DPRD kota Tegal,” (Jangan lupa, ini saya Ragil, Ragil Usro dari DPRD kota Tegal) sahut orang itu sambil menjabat tangan Bokir Kobama. Bokir pun segera menggenggam tangan orang yang memang pernah dia kenal.



Oh iya sampeyan Ragil Usro ya, sing Partene arane Partai Nalar Sehat kae ya, sing saiki dadi ketua komisi Kesejahteraan Rakyat DPRD kota Tegal ya, sing saiki nyaleg maning?,” (Oh iya, anda Ragil Usro kan, yang partainya bernama Partai Nalar Sehat itu, yang sekarang menjadi ketua komisi Kesejahteraan Rakyat DPRD kota Tegal ya, yang sekarang menjadi caleg lagi?) jawab Bokir Kobama dengan tersenyum lebar.



Lha kuwe, Ganing jebule sampeyan ngarti ya, anane enyong saiki seka partai cilik bisa dadi Ketua Komisi kiye soale nyong sering nyekar nang kene,” (Nah itu, ternyata anda mengerti ya, adanya aku sekarang yang berasal dari partai kecil ternyata bisa menjadi Ketua Komisi karena aku sering ziarah ke sini) jawab Ragil Usro dengan bersemangat.



Ader, ader kaya kuwe pijara?!” ( Masak sih, masak sih begitu, kok bisa?!) tanya Bokir Kobama dengan antusias.



Iya Sung, Yakin! Maune nyong ora percaya, tapi sedulure nyong Mbah Rekso pirang tahun kepungkur nitipi nyong keris cilik luk sanga. Jarene Mbah Rekso keris kuwe warisane Ki Gede Sebayu sing petilasane nang kene. Ndilalah, sak wise nyong nyimpen keris kuwe karir politike nyong langsung moncer. Sing pertama nyong kepilih dadi anggota DPRD padahal partaine partai cilik, sing sak uwise nyong malah bisa dadi ketua Komisi Kesra, apa ora penthol kuwe,” (Iya Sung ,Yakin! (sumpah dalam dialek tegal) Tadinya aku tidak percaya tetapi saudaraku Mbah Rekso beberapa tahun lalu menitipkan padaku keris kecil dengan Luk Sembilan. Katanya Mbah Rekso keris itu adalah warisan dari Ki Gede Sebayu yang makam peninggalannya ada di sini. Ndilalah, setelah aku menyimpan keris itu karir politikku semakin bersinar. Yang pertama aku terpilih menjadi anggota DPRD sekalipun aku berasal dari partai kecil, selanjutnya aku malah bisa menjadi Ketua Komisi Kesra apa tidak jempolan semua itu,” tutur Ragil Usro dengan penuh keyakinan.



Bokir Kobama tampak menutup mulutnya dengan tenang sambil tersenyum agak masam dan kening berkerut, sambil dia menatap wajah Ragil Usro yang ada di depannya.



Sadulurku Ragil Usro, sampeyan kena yakin nemen karo tuahe Keris utawa tuahe kuburan kiye, tapi sampeyan ya musti eling. Sing marahi sampeyan nduwe prestasi kuwe salugune ya kerja keras sampeyan dewek. Sampeyan kelingan belih anane ngewiwiti kampanye politik sing langsung ketemu ning emperan-emperan pasar. Sampeyan kelingan anane sampeyan kampanye beras murah kanggo wong dhuafa. Tur sampeyan kan nganti saprene ya ora gelem korupsi oya? Kuwe sing marai sampeyan moncer. Keris kuwe ya sebenere ya keris sing kudu dirumat anane maqome keris. Keris kan warisan budaya leluhur sing ora mung kanggo jimat utawa pengandel. Keris kuwe nduwe filosofi sing ora mung kanggo pamrih pangkat utawa pamrih digdaya. Ana sing akeh bisa disinauni saka warisane leluhur Negeri Poci, ora mung keris esih akeh liyane. Contohe makam Ki Gede Sebayu kiye, dudu makame sing keramat utawa berkahe tapi prestasi almarhum Ki Gede Sebayu ning jaman semana bisa nggawe uripe wong tlatah pantura gemah ripah loh jinawi,” (Saudaraku Ragil Usro, anda boleh yakin sekali dengan tuah keris atau tuah kuburan ini, tapi anda juga harus ingat. Yang membuat anda mempunyai prestasi itu karena anda sebenarnya karena kerja keras anda sendiri. Anda ingat tidak dengan memelopori kampanye politik yang langsung bertemu di emper-emper pasar. Anda ingatkah dengan kampanye anda tentang beras murah bagi orang Dhuafa. Lagi pula anda sampai saat ini kan tidak mau korupsi kan? Itu yang menyebabkan anda bersinar. Keris itu sebenarnya keris yang memang harus dirawat dan diperlakukan sebagai mana halnya keris. Keris adalah warisan budaya leluhur yang tidak hanya berakhir menjadi jimat atau benda penguat keyakinan. Keris itu sendiri mempunyai filosofi yang tidak hanya diperuntukkan buat pamrih kepangkatan atau pamrih kekuasaaan. Ada banyak yang bisa dipelajari dari warisan-warisan leluhur Negeri Poci, tidak hanya keris masih banyak lainnya. Seperti Juga makam Ki Gede Sebayu ini bukan karena makamnya memang keramat atau berkah yang didapat karena mengunjung makam tetapi harus didingat prestasi almarhum Ki Gede Sebayu di jaman dahulu yang bisa membuat hidup orang di daerah pesisir pantura ini menjadi makmur dan sejahtera) tutur Bokir Kobama mencoba menjelaskan sisi lain warisan budaya Negeri Poci.



Pancen ora salah wong Negeri Poci, Tegal Brebes Slawi milih sampeyan Bokir Kobama dadi presiden. Esih enom tapi wis bisa waskita.” (Memang tidak salah orang dari Negeri Poci, Tegal Brebes Slawi memilih anda Bokir Kobama sebagai presiden. Masih muda tetapi sudah bisa menjadi bijaksana) tutur Ragil Usro kepada Bokir Kobama



Matur Nuwun Ragil, arane kiye amanate wong pirang-pirang nyong ya tulung dijagani eben orang keblinger kekuasaan. Tulung nganggo partaine ente Partai Nalar Sehat ente tetep kritis karo kabeh apa sing tak tindakena, tetep kabeh nganggo pertimbangan nalar sing bener-bener sehat,” (Terima kasih Ragil, ini semua adalah amanat banyak orang, tolong saya dijaga agar tidak menyalahgunakan kekuasaan. Tolong dengan partai anda Partai Nalar Sehat anda tetap kritis dengan apa saja yang aku lakukan, usahakan semua menggunakan pertimbangan rasional yang benar-benar sehat) sahut Bokir Kobama sembari menjabat tangan Ragil Usro dengan penuh terima kasih.



Giliran Bokir Kobama pun tiba, Ragil Usro duduk dibelakang melihat Bokir Kobama berdoa dan melakukan perenungan di sebelah makam leluhur Negeri Poci untuk memikirkan masa depan Negeri Poci yang sekarang sedang diembankan di pundak Bokir Kobama.

Friday, January 23, 2009

Pelantikan Presiden Negeri Poci Bokir Kobama

Parodi Negeri Poci Jilid 3

Selasa Pon 20 Januari 2009 menurut penanggalan Jawa memang hari yang baik untuk kelahiran seseorang. Kata nubuat Primbon pada hari Selasa Pon mencerminkan kelahiran bayi yang akan dinaungi sifat Satria Wibawa. Bokir Kobama merasa terhormat karena pada hari Selasa Pon ini dia akan dilantik menjadi Presiden Negeri Poci.

Bertempat di Lapangan Taman Poci depan Stasiun Tegal, di seberang Pasar Ireng berhadapan dengan UPS (Universitas Pating Slebar kata orang Tegal), bersebelahan dengan lapangan PJKA (padahal sekarang sudah PT KA tetep saja orang bilang PJKA) tempat nongkrong bencong dan tlembuk-tlembuk (perek) stasiun. Di sekeliling tugu Poci Ngglewang (agak miring) persiapan untuk pelantikan Presiden Negeri Poci sedang berlangsung.

Tampak kerumunan orang mengelilingi tugu Poci Ngglewang sambil membawa bendera Partai Ortega (Partai Orang Tegal) yang juga bergambar poci yang sedikit miring. Partai Ortega inilah yang mengusung Bokir Kobama menjadi pemenang pemilihan Presiden Negeri Poci mengalahkan Jon Dalban dari Partai Tela (Partai Tegal Laka-laka) yang bergambar ketela pohon, dalam Pilcoblung (Pemilihan Coblosan Langsung) yang digelar akhir tahun yang lalu.

Tidak seperti pendukung Presiden di negara Amrik yang namanya agak mirip dengan Bokir Kobama, yang rela menginap di suasana dingin menjelang pelantikan di Hall Gedung Putih, pendukung Bokir Kobama tidak perlu jauh-jauh menginap di dekat Taman Poci karena mereka kebanyakan adalah pedagang-pedagang yang tiap hari ada di sekitar taman Poci untuk mencari sesuap nasi. Di antara mereka terdiri dari berbagai macam ormas seperti PTB Desta atau Perkumpulan Tukang Becak Depan Stasiun, PerGangBeng alias Persatuan Pedagang Rombeng, BMX alias Bakul Martabak Lebaksiu, Askubleng alias Asosiasi Kupat Blengong, KG2 alias Kumpulan Grobak Kupat Glabed, dan PPO atau Persatuan Penarik Odhong-odhong yang merupakan gabungan dari para penyedia jasa mainan anak-anak dari mulai Undar (komidi putar), Ombak Banyu (semacam komidi putar dengan poros yang bisa membuat gelombang), hingga para pemutar Odhong-odhong (semacam bianglala yang diputar manual).

"Bokir, Bokir, Bokir,.... Bokir," kerumunan massa mulai mengeluk-elukan Presiden mereka yang akan segera dilantik. Tampak Bokir Kobama dengan jas kelabu khas dan dasi merah Indonesia tampak tersenyum tenang menjelang upacara pelantikannya. Asal tahu saja Bokir Kobama memang masih bujangan sehingga dia tidak membawa pasangan seperti pelantikan presiden di luar sana. Bokir hanya perlu memakai kupluk hitam seperti Bung Karno agar kelihatan resmi.

Pembawa acara memulai acara, kepala Bokir Kobama dinaungi kitab suci dari belakang, seorang Kyai Sepuh memimpin pembacaan doa dan pelantikan.

"Sampean mengko kari nirokena, aja nganti klalen 1,"*) tutur sang Kyai Sepuh Bokir Kobama mengangguk, dan kemudian segera mengulangi sumpah yang diajarkan oleh Kyai Sepuh.

"Bismillahirahmanirahim, kula Bokir Kobama, dinten meniko sampun prasetya ing ngarsane gusti kang maha pengasih, kule bade setia lan njagani konstitusi negeri Poci lan ngayomi dumateng tiang alit lan tiang-tiang susah sanesipun 2."

Ringkas dan cepat sumpah yang diucapkan Bokir Kobama karena amanat konstitusi negeri Poci memang memberi penekanan bahwa Presiden Negeri Poci harus mampu mengayomi masyarakat kecil maupun masyarakat lain yang mengalami kesusahan dalam hidupnya, sederhana tidak muluk-muluk.

Giliran Bokir Kobama memulai pidato pelantikan dirinya.

"Assalamualaikum, sedulur kabeh, masyarakat Negeri Poci, anane enyong nang kene ora liya kawit saking dukungane sampeyan kabeh. Enyong kiye Bokir Kobama, langka apa-apane yen Draup tukang becak, nganti Darpun tukang miyang, ora nyoblos gambare enyong. Enyong ora bakal bisa ngubah kahanan dadi luwih apik yen enyong ora ngarti ngayomi maring Takyun bakul gorengan, lan Turah sing bakul ponggol.

Mulane awit dina kiye, sedulur kabeh monggo enyong diganyami, enyong dituturi, enyong diceweng, enyong diglithok, yen enyong wis ora tau bisa ngayomi maring sadulur kabeh. Aja nganti anane enyong dadi Presiden Negeri Poci terus enyong korupsi, wis naudzubillah min dzalik lah, moga-moga aja nganti kaya kuwe. Wis ora kesuwen semene bae pidatone, wassalam
3"

Bokir pun telah menyudahi pidatonya. Acara pelantikan Presiden Negeri Poci sudah Paripurna. Bokir pun segera menuju ke becak kesayangannya untuk segera diarak mengelilingi jalan-jalan negeri poci ditemani oleh Man Draup sahabatnya.

*) atas saran beberapa teman terjemahan ditaruh di bagian bawah

======================== Catatan Penerjemah

1."Kamu nanti tinggal menirukan jangan sampai lupa,"

2."Bismillahirahmanirrahim, saya Bokir Kobama hari ini telah berjanji di depan Tuhan yang maha pengasih, saya akan setia menjaga konstitusi negeri Poci dan mengayomi rakyat kecil dan masyarakat yang mengalami kesusahan (hidup) lainnya."

3."Assalamualaikum, saudara semua, masyarakat negeri poci, adanya saya di sini tidak lain berawal dari dukungan saudara semua. Saya ini Bokir Kobama, tidak ada apa-apanya kalau Draup tukang becak sampai Darpun tukang miyang (nelayan, pencari ikan), tidak mencoblos gambar saya. Saya tidak akan bisa mengubah keadaan jadi lebih baik jika saya tidak tahu untuk mengayomi kepada Takyun penjual gorengan dan Turah penjual (nasi) ponggol.

Maka sejak hari ini, saudara semua silakan saya dimarahi, saya diberi pengarahan, saya dijewer, saya dijitak, kalau saya sampai tidak pernah bisa mengayomi saudara-saudara semua. Jangan sampai adanya saya menjadi Presiden Negeri Poci terus membuat saya korupsi, naudzubillahi min dzalik, semoga jangan sampai menjadi seperti itu. Sudah jangan terlalu lama pidatonya, wassalam."